aksi Tanggap

Bencana 

(Lombok dan sulawesi tenggara)

Pada tanggal 29 Juli 2018 ,5 Agustus 2018 dan 18 Agustus 2018 gempa bumi telah melanda pulau Lombok, Indonesia. Setelah terjadinya gempa 460 orang dikonfirmasi tewas dan 7000 orang terluka. Hingga 13 Agustus 2018, Posko Tanggap Gempa Lombok melaporkan bahwa lebih dari 415.000 orang mengungsi.

Pada malam Jumat, 28 September, gempa bumi berkekuatan 7,5 km (6,2 mil) di bawah pantai barat Sulawesi memicu gelombang tsunami hingga 6 m (19 kaki) yang menyapu Teluk Palu pada 400 km / jam (250 mph). Gelombang itu menghancurkan kota. Terdapat hambatan di beberapa daerah karena akses yang sulit (terutama dengan alat berat).

 

Palu, rumah bagi 350.000, diratakan oleh tsunami. Ribuan rumah, hotel dan pusat perbelanjaan runtuh. Korban jiwa diperkirakan mencapai sekitar 1400 orang. Ketika jumlah korban tewas terus meningkat, penduduk juga menghadapi kekurangan makanan dan bahan bakar, di samping pemadaman listrik yang meluas. Upaya pencarian sebagian besar dilakukan dengan tangan, karena alat berat yang diperlukan untuk memindahkan puing belum mencapai daerah yang terkena dampak.

Sampai dengan tanggal 4 October 2018, Sahabat Peduli Indonesia telah memberikan bantuan pembangunan toilet darurat,  fasilitas air bersih kepada dan pembangunan penampungan sederhana kepada 9.636 pengungsi di 5 pengungsian di Lombok Utara dan Lombok Timur. Peta penyebaran bantuan dan detail bantuan dapat di lihat di map di bawah  dan juga di blog kami.

Kini kami meluncurkan penggalangan dana untuk membantu korban gempa dan Tsunami di Sulawesi Tengah. Penggalangan dana dilakukan melalui kampanye media sosial dan penjualan handicraft yang dilakukan oleh sahabat kami di Dubai, Uni Emirates Arab.

Upaya yang telah kami lakukan untuk membantu Palu di tahap pertama :

  • Membentuk jaringan rantai pasokan, agar bantuan kami dapat diterima bagi yang membutuhkan dan tepat sasaran. Untuk itu kami sudah berhubungan dengan pihak TNI AD dan TNI AU dan kantor gubernur Sulawesi Tengah.

  • Membentuk tim ahli yang terdiri dari arsitek, insinyur struktural, insinyur listrik dan tenaga kesehatan profesional (dokter,paramedic dan perawat). Fokus kami adalah di pengadaan lampu tenaga surya, pengadaan air bersih dan pembangunan fasilitas WASH (Water-Sanitation-Hygine). Tim yang akan diberangkatkan ke Palu akan di pimpin oleh salah satu pendiri Sahabat Peduli Indonesia yang berpengalaman di  penanggulangan bencana di beberapa negara.

@2017 by Sahabat Peduli Indonesia

Tentang

Sahabat Peduli Indonesia

  • Facebook
  • Instagram
This site was designed with the
.com
website builder. Create your website today.
Start Now