Please reload

Recent Posts

KASIH UNTUK SULAWESI TENGAH

October 4, 2018

1/1
Please reload

Featured Posts

PROPOSED EMERGENCY LATRINE DESIGN. (Desain toilet darurat yang kami ajukan)

August 23, 2018

 

 

 

 

 

 

 

 Kami ingin menjawab beberapa pertanyaan yang dilontarkan pada kami melalui media sosial mengenai desain ini.

 

. Mengapa desain toilet ini menggunakan kayu dan bambu?

. Mengapa menggunakan "toilet jongkok" bukan "toilet duduk"?

. Apakah tahan gempa?

 

Ini adalah desain toilet darurat yang diadaptasi dari standar UNHCR, yaitu badan PBB yang berfokus dimasalah pengungsian.

 

Desain asli dari UNHCR menggunakan plastik terpal yang kemudian bisa di 'upgrade' dengan menggunakan CGI-sheet (Corrugated Galvanised Iron). Namun dengan pertimbangan bahwa plastik dalam jangka panjang akan menambah timbunan sampah non-organik di pulau Lombok, kami modifikasi desain ini dengan bilik bambu.

Bilik bambu banyak tersedia di Lombok, harganya lebih mural dari CGI-sheet dan bahan natural ini tidak akan menambah polusi plastik di pulau Lombok.

 

Daya tahan bambu lebih lama dari plastik (plastik mudah sobek), Sehingga apabila pengungsian ini dipindahkan atau ditutup (karena semua pengungsi sudah membangun rumahnya kembali), bilik-bilik bambu dan kayu-kayu ini dapat dibongkar dan digunakan kembali di desa mereka, untuk pembangunan fasilitas publik.

 

Kebiasaan penduduk setempat adalah menggunakan "toilet jongkok". Sebagai penyalur bantuan, kami berupaya untuk tidak banyak mengubah tradisi setempat karena imbasnya tidak selalu baik.

Salah satu contoh:

Satu pengungsian di Nepal menerima bantuan fasilitas MCK dengan desain "toilet duduk'. Penduduk steempat yang tidak terbiasa akhirnya merasa 'konstipasi' dan memutuskan untuk menggunakan sungai dan kebun di sekitar toilet untuk kebutuhan MCK.

 

Apakah desain ini tahan gempa? 

UNHCR mengeluarkan desain ini untuk kamp pengungsian, termasuk pengungsi akibat bencana alam. Pada dasarnya --seperti tenda-- ini bukan bangunan permanen. Dan risiko untuk "rubuh dan melukai pemakai" saat gempa jauh lebih kecil dari resiko bangunan beton.

 

Seluruh proses desain, perencanaan anggaran sampai proses pembangunan melibatkan bantuan relawan ahli: 6 arsitek & 3 insinyur struktural.

 

 

 

 

 

 

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Follow Us
Please reload

Search By Tags
Please reload

Archive
  • Facebook Basic Square
  • Twitter Basic Square
  • Google+ Basic Square

@2017 by Sahabat Peduli Indonesia

Tentang

Sahabat Peduli Indonesia

  • Facebook
  • Instagram
This site was designed with the
.com
website builder. Create your website today.
Start Now