sahabat peduli

indonesia

Sahabat Peduli Indonesia adalah Tim terdiri dari kumpulan para sahabat yang mewujudkan kepedulian terhadap Indonesia melalui gerakan-gerakan sosial. Latar disiplin yang berbeda justru memperkaya sudut pandang dalam merumuskan sebuah proyek.

Tri Clay

Tri aktif di kerja kemanusiaan di berbagai belahan dunia. Ia telah bekerja sama dengan berbagai NGO Internasional, diantaranya dari Inggris, Austria, Peru,

Filipina, UAE dan Nepal.

 

Tri berpengalaman di dibidang community project development dan bersertifikat di bidang manajemen krisis, penanggulangan keadaan bencana dan gawat darurat dari  badan PBB: UNOCHA & UNEPST. Embrio dari proyek Uloang Daad Nuhu Evav (Mencintai Tanah Kei) ini lahir ketika Tri bertugas sebagai operasional manager untuk satu NGO Internasional berbasis di Nepal paska gempa 2015.

 

Saat itu Tri bersama dua sahabatnya Dewi lestari & Vivi Wirahadikusumah beritikad untuk membuat satu proyek pembangunan komunitas

di Indonesia, dengan merujuk dari berbagai community project yang dia tangani di Nepal & Filipina. 

Namun sinergi kegiatan kemanusiaan antara Tri, Dewi dan Vivi telah berlangsung sejak Oktober 2010, saat mereka terlibat di penanggulangan bencana meletusnya gunung Merapi, bekerja sama dengan tim KOPASSUS.

DR SAVITRI WIRAHADIKUSUMAH

  

 

Dr Savitri Wirahadikusumah adalah seorang dokter gigi yang mengambil Master of Public Health dari George Washington University. Vivi sangat 

peduli terhadap pembangunan sistem pelayanan kesehatan darurat

dan peningkatan layanan kesehatan masyarakat di Indonesia.

 

Dengan bekal pengalaman kerja di WHO, Vivi mendirikan Medic One Indonesia pada tahun 2007. 

Medic One Indonesia adalah layanan darurat pertama di Indonesia yang mengacu pada protokol 911 di Amerika Serikat dan juga pusat pelatihan berstandar Internasional untuk keadaan gawat darurat.

Dr Vivi, Dewi dan Tri telah bersahabat sejak SMA dan dengan menggunakan CSR Medic One sebagai acuan dasar, mereka bertiga telah banyak bekerja sama untuk kegiatan penanggulangan bencana, seperti bencana Merapi di tahun 2010 dan bencana  gempa di Nepal pada tahun 2015. Medic One mendukung penuh dengan logistik dan tim medis yang diturunkan langsung ke Merapi dibawah pimpinan Tri Clay bekerja sama dengan Kopassus.

 
 

  

Dewi 'DEE' Lestari 

Dee Lestari mengawali karirnya sebagai penyanyi yang tergabung dalam Trio Rida Sita Dewi. Pada tahun 2001, Dee Lestari menerbitkan novel pertamanya yaitu Supernova episode Kesatria, Putri dan Bintang Jatuh.

Sejak itu Dee lebih dikenal sebagai penulis yang produktif. Hingga kini, Dee telah menerbitkan sepuluh buku. Lima diantaranya telah diangkat ke layar lebar. Selama dua tahun berturut-turut Dee terpilih menjadi penulis favorit di ajang anugerah pembaca Indonesia.

Dalam dunia musik, Dee lestari kini lebih aktif sebagai penulis lirik dan pencipta lagu, dan telah berkolaborasi dengan musisi papan atas Indonesia antara lain: Glenn Fredly, Marcell, Maudy Ayunda, Yovie Widiyanto, NOAH dan Raisa.

Didiet Maulana

 

Didiet Maulana adalah seorang arsitek yang juga dikenal sebagai

maestro tenun ikat dan desainer dibelakang label "Ikat Indonesia". Ikat Indonesia merupakan konsep yang membawa kebudayaan Indonesia

ke dalam fashion modern.

 

Keunggulan hasil karya Didiet yang terkenal sehingga Didiet ditunjuk

sebagai official designer untuk merancang busana para menteri keuangan dari negara-negara yang menghadiri pertemuan Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) di Bali pada bulan September 2013. Selain di Indonesia, karya Didiet pun diakui dunia. Didiet pernah berkolaborasi untuk menciptakan karya tas bagi pemenang Grammy Awards dan merancang busana Barbie Indonesia. 

Kepedulian Didiet terhadap kekayaan budaya Indonesia lah yang membuat Didiet bergabung bersama komunitas 'Sahabat Peduli Indonesia'. Didiet juga aktif mendukung pengrajin tradisional diseluruh Indonesia.

TIM SAHABAT

PEDULI INDONESIA

Tim Sahabat Peduli Indonesia turut membantu dalam
projek Uloang Daad Nuhu Evav

THE ARCHITECT

Andy & Nicole adalah dua Arsitek volunteer untuk proyek "Uloang Daad Nuhu Evav" (Mencintai Tanah Kei). Mereka bekerja keras mengerjakan design dan project plan untuk perpustakaan & pusat pelatihan komunitas. Karena kami percaya bahwa pendidikan dan pelatihan yang terintegrasi akan membantu meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat.

Nicole adalah salah satu pendiri " Tanah Air Foundation" yang aktif di bidang pendidikan anak. Volunteering sudah bukan hal yang asing untuk Nicole karena sebelum bergabung dengan tim kami, Nicole menjadi relawan pengajar di Afrika Selatan selama 2 bulan. Saat ini Nicole berdomisili di Sydney,Australia, namun jarak tidak menyurutkan semangat Nicole untuk membantu. Bahkan Nicole akan menjadi jembatan antara proyek ini dan salah satu sponsor kami , Karlina Widjaja.

Andy Gunawan bukan wajah baru lagi di proyek-proyek sosial yang kami prakarsai. Asli dari Pematang Siantar, tinggal di Palembang tapi dengan senang hati selalu bersedia membantu dan mengunjungi proyek2 sosial kami baik di Nepal maupun Maluku. Andy membantu mengerjakan design renovasi monastery di Himalaya yang berumur 800 tahun. Monastery itu hampir runtuh akibat gempa. Andy juga mengerjakan desain MCK untuk sekolah & komunitas di Sindupalchowk, Nepal. Design serupa akan kami terapkan di proyek "Uloang Daad Nuhu Evav" ini. Hasil-hasil desain Andy telah digunakan oleh beberapa NGO international dan kali ini Andy ingin mempersembahkan keahliannya untuk kepulauan Kei kecil.

Foto ini diambil bersama dua volunteer dari komunitas "Kei is the Key" di desa Letman (salah satu lokasi proyek kami) saat Andy & Nicole melakukan assessment untuk proyek Uloang Daad Nuhu Evav ~ Mencintai Tanah Kei.

 

THE ARTIST

Ahdini Izzatika dan Alya Nurshabrina adalah dua pelukis muda berbakat, yang sering membantu kegiatan sosial kami. Karakter mereka jauh berbeda. Ahdini yang cenderung pendiam dan Alya yang tidak bisa diam. But you know what they say ,"opposite attracts"!

Ahdini Izzatika saat ini sedang menempuh pendidikan di Nanyang Academy of Fine Arts, Singapore. Karya Ahdini telah terpilih  sebagai salah satu karya terbaik oleh "Harper's Bazaar Singapore" dan Ahdini juga menjadi illustrator untuk buku kumpulan puisi Loh Guan Liang "Bitter Punch" yang diterbitkan di Singapore tahun 2016.

Alya Nurshabrina adalah manusia multi bakat. Selain aktif di dunia model, pemenang "Wajah Femina 2014" ini bersama dua temannya dari UNPAR memenangkan "Social Venture Challenge" di Harvard National Model United Nations pertengahan Februari lalu, untuk proyek Plastic Vending Machine. Sebagai seniman otodidak, hasil lukisan Alya telah dipamerkan di Jakarta, Bandung dan Malang. Alya juga telah membantu s kegiatan pendidikan dan seni, disekolah yang kami bangun di Nepal. Prestasi Alya yang terakhir adalah sebagai pemenang beauty pageant: MISS INDONESIA 2018

Ahdini & Alya telah berkolaborasi untuk menciptakan logo "Uloang Daad Nuhu Evav. Mencintai Tanah Kei" . Karena kami bukan NGO. Ini adalah "social movement". Dan logo ini akan menjadi identitas proyek sosial ini.

THE ACCOUNTANT

Pamela adalah akuntan lulusan "University of Technology, Sydney" dan juga salah satu pendiri "Tanah Air Foundation" bersama Nicole Oeij Teng , yang fokusnya di pendidikan dan kesejahteraan anak.
Pamela juga terlibat di program "1000 guru Bandung" di desa Ciwidey dan program2 "Tanah Air Foundation" di Malang, Kupang, Jakarta & Bandung.

Marlyna Wati Lumbanraja atau Alyn adalah akuntan lulusan UI .  Pengalaman Alyn sebagai akuntan di perusahaan besar seperti PGN akan sangat berguna bagi kesuksesan proyek sosial ini

Pamela & Alyn akan berkolaborasi untuk mengelola keuangan proyek sosial ini secara efficient, jujur dan transparan. Kualifikasi pendidikan dari negara yang berbeda justru akan memperkuat Tim akuntan sekaligus menjadi wahana belajar bagi semua yang terlibat. Karena itulah "succession planning strategy" yang kami terapkan:
Bahwa proyek "Uloang Daad Nuhu Evav" ini selain bisa berguna untuk komunitas di Kei kecil, semoga bisa menjadi ajang "knowledge exchange & transfer"  bagi semua relawan.

WAI DESIGN LAB

Selama pelaksanaan proyek pembangunan di Kepulauan Kei kecil, Andy Gunawan bekerja sama  dengan Kevin Hendra Wijaya, membantu kami sebagai "operational manager" . Mereka tergabung dalam "WAI DESIGN LAB"  dan selama pelaksaanan pembangunan balai Uloang Daad Nuhu Evav  merekaberbasis di Kei kecil selama 2 bulan. Proyek ini sendiri   dikerjakan oleh masyarakat setempat , karena kami menyadari pentingnya menanamkan rasa memiliki sejak awal. Bahkan dalam proses perencanaannya pun kami melibatkan komunitas setempat. 

Kevin adalah Arsitek lulusan UNPAR dan juga bisnis partner Andy di perusahaan mereka "Wai Design Lab". Selain mahir bermain gitar Jazz dan fasih berbahasa Sunda, Kevin yang sempat menempuh pendidikan di negeri Sakura pun fasih berbahasa Jepang.

THE PROJECT COORDINATOR

Selvani Antoni memiliki latar belakang perbankan ditambah pengalaman yang luas di bidang manajemen logistik  adalah aset yang sangat berharga untuk kesuksesan project ini. Vani juga berpengalaman sebagai relawan  pengajar di Halmahera dan Pulau Yamdena ,Maluku Tenggara.

Margaretha Pakpahan adalah PNS yang bekerja untuk Kementrian Hukum dan HAM. Namun ditengah kesibukannya, Margaretha lah salah satu yang langsung menghubungi kami untuk menawarkan bantuan.
Margaretha juga mantan penyiar radio, dan kecakapannya berbicara untuk publik dapat membantu media broadcast proyek ini.

Vani & Margaretha yang berbasis di Jakarta, akan membantu menangani logistik bulanan yang akan kami kirimkan dari Jakarta ke kepulauan Kei kecil dengan pesawat AURI. Mereka juga akan mendukung  manajer operasional kami yaitu Andy Gunawan dan Kevin Hendra Wijaya, selama mereka ditempatkan di Kei.


 

THE GRAPHIC DESIGNER

Tim seniman kami  diperkuat oleh seorang graphic designer & fine artist berpengalaman: Eduardus Andros.

Andros adalah kakak dari salah satu arsitek kami Nicole Oeij Teng yang bekerja sama dengan Ahdini Izzatika untuk mendesign website "Sahabat Peduli Indonesia".
Andros menempuh pendidikan graphic design & fine art di Academy of Art, University San Fransisco USA dan museum Barli, Indonesia.
.
Andros telah malang melintang di dunia graphic design di Indonesia,Malaysia, Singapura & Thailand.
Kolaborasi Andros yang pertama bersama tim seniman kami Alya & Ahdini adalah memodifikasi logo kami.

 

THE COMM TEAM

Bertha Diana adalah seorang professional muda di bidang brand development and marketing strategy. Perusahaan yg didirikannya yaitu "Kaki Tangan"  bermisi untuk membantu pebisnis kecil dan menengah di dalam strategi untuk digital marketing. Bertha juga bekerja sebagai assistant brand manager untuk satu perusahaan ternama di Indonesia.

Windy Iskandar adalah Arsitek lulusan UNPAR dan seorang photographer berbakat, yang juga mengelola media sosial "Tanah Air Foundation" . Windy menawarkan keahliannya untuk membantu kami, setelah melihat keterlibatan dua activist Tanah Air Foundation lainnya di proyek sosial  ini (Nicole Oeij Teng ,dari tim Arsitek dan Pamela dari tim akuntan)

Bertha dan Windy yang mengelola Facebook page, akun Instagram dan website proyek sosial kami. Instagram feed mereka lah yang menarik perhatian para dalang. Dan kami percaya dengan perpaduan keahlian mereka berdua , komunitas ini akan terus menebarkan semangat cinta damai, gotong royong dan Bhinneka Tunggal Ika

@2017 by Sahabat Peduli Indonesia

Tentang

Sahabat Peduli Indonesia

  • Facebook
  • Instagram
This site was designed with the
.com
website builder. Create your website today.
Start Now